emisi-karbon-dioksida

emisi-karbon-dioksida

Apa Sajakah Bahan-Bahan Pencemar Udara?

  • Gas H2S.

Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

  • Gas CO dan CO2.

Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup.

Sumber polusi karbon monoksida (CO)

Kegiatan

Persentase

Industri 6,8 %

Pembakaran

10,3%

Tempat buangan (semprotan kimia)

12,3%

Transportasi

70,6%

– Gas CO2 dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan efek rumah kaca.

sumber CO2

  • Gas SOx dan NOx.

Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida (SO2). Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfat atau hujan asam.

Emisi Tahunan Sulfur Dioksida di Inggris Tahun 1965

Sumber

Emisi x 10 (tahun)

Batu bara

102,0

Bensin

28,5

Lelehan tembaga

12,9

Lelehan timah

1,5

Lelehan seng

1,3

Nitrogen oksida dihasilkan dari gas buangan kendaraan bermotor.

  • Gas CFC (Chloro fluoro carbon)

Merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Gas ini banyak digunakan sebagai gas pengembang (pembuat karet busa), pendingin (AC, kulkas) dan penyemprot (hair spray, parfum). Gas ini bukan berasal dari pembakaran fosil melainkan berupa zat kimia.

  • Timah

Pembakaran kendaraan bermotor menghasilkan lebih dari 80 % timah di udara. Timah yang ditambahkan ke bensin adalah timah tetraetil (TEL). Di daerah pedesaan, kandungan timah di udara yang berasal dari kegiatan manusia sekitar 20%, sedangkan di kota-kota besar lebih dari 50%.

  • Bahan radioaktif, misalnya, nuklir

Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.

  • Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.

Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

Tahukah Kamu????

PENCEMARAN NUKLIR DI CHERNOBYL

reaktor nuklir Chernobyl
Reaktor nuklir yang meledak di Chernobyl

Nuklir umumnya terdapat dalam sebuah reaktor. Dalam reaktor nuklir terjadi proses pemecahan inti atom atau yang lebih dikenal dengan proses fussion, Pemecahan ini menghasilkan energi yang sangat besar, yaitu sekitar 200 MeV, dan partikel dasar yaitu photon, elektron, dan neutron. Neutron yang baru terbentuk ini akan menembak atom disampingnya. Demikian seterusnya sehingga reaksi ini dinamakan reaksi berantai (chain reaction).

Bila terjadi kecelakaan pada reaktor nuklir maka dapat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Bencana nuklir di Chernobyl, merupakan bencana terbesar di dunia tahun 1986 yang memberi pelajaran betapa berbahayanya kecelakaan nuklir. Dua puluh tiga tahun lalu, tepatnya 26 April 1986 di Pripyat, sebuah kota berpenduduk 50.000 jiwa, reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Chernobyl meledak. Tigapuluh orang langsung tewas dalam ledakan dan kebakaran tersebut. Reaktor ini terbakar selama sepuluh hari dan mengkontaminasi sekitar 142 ribu kilometer persegi di utara Ukraina, selatan Belarusia dan wilayah Bryansk di Rusia. Ini tergolong kasus pencemaran tingkat III.

Tahukah Kamu????

Polusi udara ancam IQ anak

Kota besar seperti Jakarta bukan lagi tempat yang sehat untuk membesarkan anak. Setiap hari seorang anak harus menghirup asap hitam knalpot kendaraan umum. Selain berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), ada yang lebih mengancam anak-anak kita, yakni menderita penurunan Intelligent Quotient (IQ) otak. Pengaruhnya tidak langsung dirasakan oleh anak, melainkan berlangsung sejak dalam kandungan. Kandungan zat berbahaya seperti logam berat pada emisi kendaraan akan terhisap oleh si ibu, dan mengalir melalui darah menembus ari-ari sebagai barrier.

Dari air susu ibu (ASI), polutan berbahaya dapat pula ”mencemari” otak bayi. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) DKI Jakarta sempat mengadakan studi pada 2001 yang menyatakan bahwa ibu-ibu di pinggiran kota memiliki ASI berkadar timbal 10-30 ug per kilogram.
Kadar ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan, yakni satu 1 – 2 ug per kilogram. Polutan timbal yang terdapat dalam solar mampu memicu gangguan kesehatan kaum perempuan dan balita. Ion-ion timbal ini berimbas pada perkembangan sel-sel otak balita.

Sebagian besar kendaraan bermotor di kota-kota besar masih menggunakan bahan bakar fosil seperti hidrogen (H) dan karbon (C). Hasil pembakarannya memunculkan senyawa Hidro Karbon (HC), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) juga NOx. Namun akibat menghemat, banyak kendaraan yang masih menggunakan solar sebagai bahan bakar. Solar menghasilkan senyawa berbahaya, timbal alias plumbum (Pb). Polutan inilah yang menjadi pemicu gangguan fungsi otak yang utama.

CO lebih menyerang ke anak-anak dan orang dewasa secara langsung, yakni menyebabkan kepala pusing, pandangan menjadi kabur, bahkan bisa pingsan dan kehilangan koordinasi saraf. Di luar ancaman penurunan tingkat kecerdasan, polusi udara juga memicu bronkitis, pneumonia, asma serta gangguan fungsi paru.

(Sumber : Sinar harapan 2003)

Lets Think (5)!

1. Berdasarkan artikel Polusi Udara Ancam IQ Anak di atas, buatlah 3 pertanyan yang relevan!

2. Bila ibumu sedang mengandung, saran apa yang akan kamu berikan kepada ibumu agar kesehatan ibu dan adikmu tidak terganggu?

Iklan