Hari ini keputusan sudah diketok palu. Pengunduran diri dari divisi kurikulum ditolak.. Tok Tok Tok.. Huhuhuhu,,sediiih.. Harapan untuk memberikan keluasan bagi diri sendiri terpaksa tertunda. Setelah 1,5 tahun bekerja, mungkin sekarang aq sedang berada pada sebuah titik jenuh. Ternyata bekerja itu cape yak heuheu..  ~_~

Dulu, kupikir kerja di sekolah itu cuma ngajar aja. Eeh ternyata aq dikasi tugas tambahan jadi staf kurikulum. Sebagai pemula dalam dunia persekolahan, aq blm tahu banyak kerjaannya ngapain aja. Ternyata,,banyak kerjaan administratifnya, yang justru menyita tenaga, pikiran , dan waktu lebih banyak dibandingkan mengajar di kelas. Apalagi kalau sudah datang acara audit-auditan… Ampyuuuunnn.. kadang-kadang rasanya stress melihat tumpukan kertas, karena pada dasarnya aq tidak terlalu suka ngurusin peradministrasian (lebih tepatnya hoream heu2). Mending jalan-jalan daripada ngerjain laporan yak.. yaiyalahhh… Tapi Alhamdulillah dengan jurus The Power of Kapepet, semua bisa diselesaikan dengan lancar.. (side effect: mules-mules + masuk angin, begadang mode on).

Maka dari itu, moment awal tahun ajaran baru aq agendakan sebuah reformasi. Apalagi dengan mulai munculnya niat berkeluarga. Kupikir aq harus mengupayakan supaya aq punya lebih banyak waktu luang, itung-itung latihan heu2. Teringat wejangan bapak, klo laki-laki itu adalah imam dalam keluarga, yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dunia akhirat anak istrinya kelak. Harus bisa menjadi kapten yang bijak, tegas, dan tentunya pekerja keras. Nah, klo jd perempuan itu harus banyak kabisa/skill, jangan bisanya shopping n jalan-jalan aja. Jangan terlalu sibuk di luar rumah, jadilah qurrota ‘ayun bagi suami. Sebuah keluarga tidak hanya dibangun untuk ladang kebahagiaan dunia, tapi lebih penting ladang kebahagiaan akhirat. (Hmmh.. jadi ingat waktu kecil kalo susah bangun subuh, c bapak nyepretin air ke muka. Klo gak bangun-bangun, dibanjurrrr…. hihihi.. kata bapak daripada dibanjur api neraka, naudzubillah..)

Dulu saat masih kuliah seorang teman pernah memberikan aku pertanyaan: “Ada 3 ekor binatang: kuda, sapi, dan babi. Coba urutkan ketiga hewan tersebut dari yang paling kamu sukai sampai yang tidak kamu sukai!”

Saat itu aku jawab: “ Sapi, terus kuda, terus babi, terussss??”

Temanku memberi penjelasan: “ Sapi, hewan yang tenang dan penuh kehangatan, melambangkan keluarga. Kuda, hewan yang cekatan dan elegan melambangkan karir. Sedangkan babi, hewan yang sering seradak seruduk dan serakah melambangkan harta. Artinya itulah urutan prioritas hidupmu: pertama keluarga, kedua karier, baru harta. “

Dulu aq cuma mengiyakan tanpa memahami apa artinya. Tapi sekarang aq faham apa maksudnya. Setiap orang punya visi utama. Ketika kita mengerjakan sesuatu, ada satu pertanyaan yang akan muncul pertama kali dalam benak kita, dan yang dua mengikutinya. Manakah pertanyaan yang paling sering terbersit pertama kali dalam benak kita ketika hendak mengerjakan sesuatu:

1. Jika melakukan ini, apakah keluargaku akan bahagia?

2. Jika melakukan ini, apakah karierku akan maju?

3. Jika melakukan ini, apakah uangku akan bertambah?

Setiap orang pasti punya pilihan yang berbeda-beda. Tapi , aq yakin bahwa sebagian besar kaum hawa memiliki pertanyaan no.1 dalam benak pertamanya. Tak sedikit para carier woman yang rela melepas kariernya demi keluarga. Tak sedikit pula para full time mother yang akhirnya terjun berkarier demi keluarga, bahkan dia berkarier dengan mempertaruhkan jiwa raga. Sampai mengadu nasib ke negeri orang, dengan berbekal ijazah SMA, SMP, bahkan SD. Demi siapa?? Demi Keluarga!!.. Kalo dapet juragan yang baik, Alhamdulillah. Tapi sayangnya, tak sedikit cerita sedih, bahkan tragis,, yang tak hanya membuat keluarganya berduka, bahkan seluruh saudara sebangsa dan setanah air. (Andaikan aq punya mesin waktu sama pintu ajaib doraemon.. Aku culik TKW-TKW yang mau dipancung.. pulang yuukk T_T.. )

Kalau ingat kesana.. apa pantas aku mengeluh dengan beban kerja aq yang sangat tidak seberapa dibandingkan ibu-ibu tangguh itu?? Ya Allah, Forgive me.. Give me strong enough.. Jangan sampai aq jadi orang yang tidak bersyukur. Semoga titik jenuh ini segera bisa terlewati. Soon..Amien..

Iklan