Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar ke dalam lingkungan perairan, sehingga menurunkan kualitas air. Bahan pencemar ini dapat membunuh hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya. Selain itu, dapat mengganggu atau memutuskan jaring-jaring makanan di lingkungan perairan.

Apa sajakah parameter untuk menentukan kualitas air?

  • DO (Dissolved Oxygen)

DO adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.

Lalu apakah penyebab bau busuk dari air yang tercemar? Bau busuk ini berasal dari gas NH3 dan H2S yang merupakan hasil proses penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob.

  • BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD artinya kebutuhan oksigen biokimia yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar BOD nya sedangkan DO akan makin rendah.

  • COD (Chemical Oxygen Demand)

COD sama dengan BOD, yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi kimia oleh bakteri. Pengujian COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengujian BOD. Pengujian COD sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapat diuji dengan BOD karena bakteri akan mati. Selain itu waktu pengujian COD lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam.

  • Jumlah total Zat terlarut

Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat DO nya tinggi, sedangkan BOD dan zat padat terlarutnya rendah.

Apa sajakah sumber-sumber pencemaran air?

  • Limbah Pemukiman

Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sayur-sayuran, buah-buahan, daun-daunan.

Sedangkan sampah anorganik contohnya plastik dan kaleng. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable).

  • Limbah Pertanian

Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air.

Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk hidup disebut Biological Magnification, sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak (tingkat trofik tertinggi).

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

DDT

  • Limbah Industri

Beberapa industri menghasilkan limbah organik dan adapula yang menghasilkan limbah anorganik. Limbah organik yang dibuang ke sungai dapat diuraikan oleh mikroorganisme di sepanjang sungai sehingga semakin ke hilir sungai kandungan limbahnya semakin menurun. Akan tetapi, limbah anorganik sebaliknya. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Contoh : Merkuri (Hg).

  • Limbah Pertambangan

Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Limbah pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik.

Tahukah Kamu???

KASUS BUYAT

Korban buyat

Berdasarkan hasil penelitian, Teluk Buyat mengandung limbah methyil mercury. Pada embrio atau jabang bayi dan anak-anak kecil, methylmercury terbukti mencegah perkembangan normal sistem saraf dan menyebabkan luka pada otak. Gejalanya dapat berkembang mulai dari kesulitan menelan, kelumpuhan, kerusakan otak, dan kematian.

Pada sejumlah kasus, merkuri menimbulkan reaksi pada kelenjar lidah, seperti mengeluarkan ludah secara terus-menerus, sulit berbicara, telinga berdenging, dan mata kabur. Bahkan, jika terkena jaringan saraf tremor bisa menyebabkan anggota badan membengkak dan jika mengenai jaringan saraf psikonis bisa menyebabkan paralis atau kelumpuhan serta sesak napas. Ini tergolong kasus pencemaran tingkat II.

Tahukah Kamu???

Koalisi Peduli Kepulauan Seribu

Tumpahan minyak, jelas telah menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerugian yang besar bagi masyarakat di Kepulauan Seribu. Gumpalan minyak yang terdampar ke pantai akan mengancam kelangsungan hidup hutan mangrove yang berfungsi sebagai tempat pemijahan berbagai jenis ikan dan udang. Selain menimbulkan kerusakan ekologis, pencemaran itu akan berdampak negatif pada ekonomi dan sosial.

Menurut data dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2000 saja, tumpahan itu sudah mencapai 167.000 kiloliter. Jika hal ini tidak cepat ditanggulangi, dapat menimbulkan kerugian yang semakin besar dan tidak tertutup kemungkinan menimbulkan konflik di antara para pengguna laut atau masyarakat pesisir.

Ditambahkannya, jika polisi gagal menemukan asal sumber pencemaran minyak itu, memang patut dipertanyakan keseriusannya, karena pencemaran minyak di kawasan perairan itu terjadi berulang kali.

Polisi masih belum dapat mematikan asal sumber pencemaran minyak tersebut. Ada yang berpendapat bahwa asal sumber pencemaran minyak itu adalah perusahaan minyak, yang mengolah crude oil (minyak mentah). Hal ini berdasarkan Data Lemigas yang menunjukkan bahwa gumpalan minyak yang ditemukan merupakan finger print crude oil— (secara biomaker) pada sumur TITI-A CNOOC di Central Bussiness Unit (sebuah perusahaan minyak), dimana identik dengan gumpalan minyak yang ditemukan di kepulauan Seribu. Namun ada pula yang berpendapat bahwa pencemaran minyak disebabkan oleh kapal tanker, yang mengangkut minyak setengah jadi. Hal ini diduga karena banyak kapal tanker yang melintas wilayah Kepulauan Seribu.

Let’s Think (1)!

Mengacu pada artikel Koalisi Peduli Kepulauan Seribu di atas:

Jika kalian adalah anggota polisi tersebut, pendapat manakah yang kalian percaya? Jelaskan alasanmu!

Tahukah Kamu???

Apabila sungai menjadi tempat pembuangan limbah yang mengandung bahan organik misalnya senyawa fosfat, sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Sehingga kadar oksigen terlarut akan berkurang dengan cepat dan akibatnya hewan-hewan seperti ikan, udang dan kerang akan mati. Namun, ada organisme yang biasanya hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah yaitu Tubifex sp. (cacing merah), sehingga keberadaan Tubifex sering dijadikan indikator perairan yang tercemar.

Penggunaan deterjen secara besar-besaran meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan (eutrofikasi).

eutrofikasi kartun

eutrofikasi danau

deterjen di sungai

Sungai tercemar deterjen

Limbah pupuk juga mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. Deterjen merupakan limbah rumah tangga utama yang mencemari perairan, namun penggunaan deterjen tidak dapat dihentikan karena dianggap murah dan efektif sebagai pembersih, begitupula dengan pupuk.

Let’s Think (2)!

Berdasarkan penjelasan di atas, buatlah 2 solusi yang tepat agar deterjen dan pupuk dapat digunakan oleh warga tapi ekosistem perairan tidak tercemar!

Let’s Think (3)!

sawah sehat
gambar 1 (Sumber:Skripsi Pendidikan Biologi Rini Martini, 2008)
sawah ga sehat

gambar 2 (Sumber:Skripsi Pendidikan Biologi Rini Martini, 2008)

Amati kedua gambar di atas!

a. Sebutkanlah perbedaan yang tampak pada kedua gambar tersebut!

b. Menurutmu, manakah keadaan lingkungan yang sehat? Mana pula keadaan lingkungan yang tidak sehat? Kira-kira bagaimanakah keadaan tingkat DO dan BOD pada masing-masing gambar? Kemukakan alasanmu!

c. Pada gambar lingkungan yang tidak sehat, apa saja dampak yang mungkin timbul?